Mengenal Babi Hutan

Sunday, 12 May 20130 comments

Foto Babi Hutan
Babi Hutan atau dikenal juga dengan nama Celeng, memiliki nama latin Sus Scrofa. Merupakan babi dari genus Sus, bagian dari keluarga Suidae. Spesies tersebut memiliki banyak subspesies dan merupakan nenek moyang dari babi yang diternak.

Babi Hutan tersebar di berbagai penjuru dunia, mulai dari Eropa Tengah dan Utara, Daerah Mediterania, dan banyak di Asia, termasuk Jepang dan ke Selatan hingga Indonesia, dan Australia.

Ukuran tubuh Babi Hutan bermacam-macam dari yang kecil hingga yang besar. Bahkan ada yang ukurannya bisa menyaingin Babi Hutan Raksasa (Giant forest hog). Tinggi Babai Hutan dewasa diukur dari pundaknya sekitar 55 - 110 cm. Babi Hutan dewasa dapat memiliki panjang 90 hingga 200 cm. Itu belum ditambah dengan panjang ekornya yang bisa mencapai 15 - 40 cm. Berat babi hutan rata-rata sekitar 50 - 90 kg, tergantung dari daerah tempat tinggalnya.

Babi Hutan jantan memiliki taring panjang yang terus tumbuh dari gigi taring atas dan bawah mereka. Taring yang panjang tersebut berguna sebagai senjata sekaligus alat bantu. Panjang taring babi hutan normalnya adalah sekitar 6 cm. Namun bebrerapa ada yang bisa mencapai 12 cm. Babi Hutan betina juga memiliki taring, tetapi cenderung lebih kecil.

Saat merasa terancam, babi hutan jantan akan menurunkan kepalanya dan menyeruduk si pengganggu dengan taring tajam dan kuatnya. Sementara babi hutan betina biasanya akan mengangkat kepalanya dan menggigit si pengganggu.
Foto Babi Hutan di Kebun Binatang Gembiraloka
Babi Hutan memang merupakan salah satu mangsa Harimau. Namun harimau selalu menghindari menyerang Babi Hutan jantan yang sudah dewasa, karena dalam beberapa kasus, harimau ada yang mati karena tertusuk tanduk si babi hutan. Manusia juga harus sangat waspada terhadap hewan yang satu ini, apalagi jika si babi hutan sedang bersama anak kecilnya.

Anak babi hutan memiliki warna yang berbeda dengan babi hutan dewasa. Mereka memiliki bulu yang berwarna cokelat dengan garis-garis atau tutul berwarna krem di sekujur tubuhnya. Garis-garis tersebut akan semakin menghilang seiring bertambahnya umur si babi hutan. 

Babi Hutan jantandewasa biasanya hidup menyendiri kecuali pada saat musim kawin. Namun babi hutan betina dan anaknya akan hidup dalam satu kelompok yang disebut sounder. Satu sounder biasanya terdiri dari sekitar 20 ekor babi hutan, tetapi ada juga yang berisi lebih dari 50 ekor.

Biasanya kelompok tersebut, terdiri dari 2 atau 3 induk babi dengan anak-anaknya. Dan salah satu induk babi akan menjadi yang paling dominan. Struktur grup tersebut akan berubah ketika salah satu betina (entah itu si induk atau si anak) tengah siap kawin dan melakukan migrasi.

Babi Hutan terkadang menjadi binatang nokturnal, tetapi terkadang juga menjadi binatang crepuscular (aktif saat senja dan fajar). Mereka adalah binatang omnivora. Apapun yang mereka temui bisa mereka makan, mulai dari rumput hingga bangkai. Bahkan di Australia, babi hutan juga menjadi predator bagi anak-anak domba dan rusa muda.


Referensi : wikipedia
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Fauna Gue - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger